You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Sendangcoyo
Sendangcoyo

Kec. Lasem, Kab. Rembang, Provinsi Jawa Tengah

KANTOR KEPALA DESA SENDANGCOYO RT. 03 RW. 02 KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG KODE POS 59271

KESENIAN DAN ADAT ISTIADAT DESA SENDANGCOYO DALAM UPAYA MENSOSIALISASIKAN DESA ANTI KORUPSI

Utomo 27 Agustus 2025 Dibaca 153 Kali
KESENIAN DAN ADAT ISTIADAT DESA SENDANGCOYO DALAM UPAYA MENSOSIALISASIKAN DESA ANTI KORUPSI
sendangcoyo-rembang.desa.id- Berikut adalah Gelar Budaya di Dukuh Deles Desa Sendangcoyo Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pemberantasan korupsi di berbagai sektor, Desa Sendangcoyo Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang, tampil sebagai salah satu pionir dalam membumikan nilai-nilai anti-korupsi melalui pendekatan yang unik seni dan budaya. Adapun 9 nilai Anti korupsi berisi tentang nilai kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, kesederhanaan, keberanian dan keadilan tertuang dalam Tembang Panembrama.

Desa yang dikenal dengan kekayaan tradisi dan kearifan lokal ini kini mengusung identitas baru sebagai Desa Anti-Korupsi, berkat kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan pelaku seni lokal. Alih-alih mengandalkan pendekatan formal dan birokratis, Sendangcoyo memilih jalur yang lebih menyentuh menyampaikan pesan-pesan anti-korupsi melalui pertunjukan budaya, karya seni, dan edukasi kreatif berbasis lokal.

Seni sebagai Media Edukasi

Salah satu bentuk nyata dari inisiatif ini adalah pementasan Kethoprak tematik anti-korupsi, yang digelar di Dukuh Deles Sendangcoyo. Cerita-cerita yang diangkat bukan hanya kisah klasik kolosal, tapi juga kisah rakyat kontemporer yang mengangkat isu integritas, kejujuran, dan perlawanan terhadap korupsi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain Kethoprak, para pemuda desa juga aktif dalam kegiatan teater rakyat, musik tradisional, dan melukis mural di dinding-dinding publik yang menggambarkan pesan-pesan moral dan bahaya korupsi. Dengan gaya bahasa yang sederhana namun sarat makna, kegiatan ini berhasil menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga lansia.

Budaya Transparansi dalam Pemerintahan Desa

Tak hanya berhenti di ranah seni, Desa Sendangcoyo juga menerapkan sistem pemerintahan desa yang transparan dan partisipatif. Setiap rencana anggaran, pembangunan, dan pengelolaan dana desa diumumkan secara terbuka melalui papan informasi dan pertemuan warga. Tradisi musyawarah desa dilestarikan dan dimodernisasi dengan dokumentasi digital dan partisipasi aktif dari warga.

Menurut Kepala Desa Sendangcoyo Bapak Darto, inisiatif ini bukan sekadar proyek jangka pendek, tetapi bagian dari gerakan budaya integritas. “Kami percaya bahwa budaya adalah jantung dari perubahan. Dengan menanamkan nilai anti-korupsi sejak dini melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti seni dan tradisi, kami membentuk generasi yang lebih sadar dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Menjadi Inspirasi bagi Desa Lain

Inisiatif Desa Sendangcoyo telah menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pemerintah daerah. Beberapa desa di sekitar mulai mengikuti jejak Sendangcoyo dengan mengembangkan program serupa, menyesuaikan dengan potensi lokal masing-masing.

Program ini membuktikan bahwa pemberantasan korupsi tidak harus selalu dimulai dari atas, tetapi bisa bertumbuh dari akar rumput—dari desa. Ketika budaya dan seni dipadukan dengan semangat integritas, maka perubahan yang lahir bukan hanya bersifat administratif, tetapi menyentuh hati dan jiwa masyarakat.

Kabar Rembang